Tidak sabar saya menunggu dimandikan suster Mia. Saya terbangun dipagi hari dengan perasaan sakit yang luar biasa. Bokep Ojol Saya wanti-wanti mereka untuk tidak memberitahu kakak atau saudara saya karena tidak mau diganggu selama diopname.SelasaJam 5:45 pintu kamar saya terbuka, seseorang membawa sarapan disusul oleh seorang pria yang membawa kotak putih, rupanya ia perlu mengambil darah saya untuk dibawa ke lab. Suster itu membantu saya ke kamar mandi setelah itu meninggalkan kamar saya. “Panggil Arthur saja, enggak usah pakai Pak. “Buka aja celananya” kata saya.Mia membuka celana piyama dan celana dalamku. Pintu kamar saya terbuka dan tiba-tiba yang muncul bukan Mia melainkan suster lain yang sama sekali tidak menarik.“Aarggh, shit, who the hell are you?, I want Mia” jerit saya dalam hati.Suster itu menawarkan


















