Udah terangsang dari tadi ya?” tanyanya sambil senyum-senyum mesum.Mukaku memerah ketika aku tak bisa menjawab pertanyaannya. Rangga memang hebat. Bokeb jadi milikmu..” gumamku di dekat telinganya.Aku memeluknya dari belakang dan menciumi telinganya sampai dia kegelian. Kemana-mana selalu diantar sopir ayahku. Tapi aku sulit meninggalkannya. Cuma aku takut kamu yang nggak mau sama aku karena aku terlalu tua. Bahkan Mamaku sudah mengecap aku sebagai wanita nakal.Yah.. Dia pasti juga sedang menikmati koyaknya selaput daraku.Perlahan-lahan Rangga mulai menggoyangkan pinggulnya. Hanya erangan dan desahan yang keluar dari mulutku. Bahkan kami pernah menginap seharian di hotel dan tidak keluar kamar sama sekali. Malam itu entah malam keberapa aku ke diskotik dengan Rangga. Kutarik tangannya dan kuajak dia goyang lagi.




















