Terus maksud Bapak?”“Ya.. Bokep Arab sayapun membalas ciumannya dengan melumat kedua belahan bibirnya.Kemudian lidah kami saling berpagut satu sama lain. Ada yang mau saya sampaikan mengenai kenaikan kelasmu.” Katanya serius.“Kenapa harus ke rumah Bapak? Apa aja juga boleh..” Jawabku.“Teh saja ya.. Kalau boleh tahu, apakah kamu masih perawan, San.”“Hm.. Gue terancam gak naik kelas.” Keluhku.“Waduh, San. Kamu pasti akan naik kelas.” kata Pak Yudhi menenangkanku.Akhirnya saya memang naik kelas ke kelas 3. Namun lama-kelamaan rasa sakit itu berubah menjadi rasa nikmat yang luar biasa. Saya tulus kok membantumu. Tapi tetap saja. Tanganku membalas perlakuan Yudhi dengan menjelajahi dadanya yang bidang.Tanpa sengaja tanganku menyentuh daerah bawahnya, terasa kalau ada sesuatu yang keras sedang mengganjal di sana.“San, bukain bajuku dong..” pinta guruku itu.Akupun menuruti permintaannya dan




















