Kemudian bergeser, perlahan. Bokep Arab Kak Dewi terdiam. Tapi kak Dewi gak usah khawatir. Tedy gak akan membocorkannya ke siapa-siapa kok !”,“Tedy tahu semuanya ?”, kata kak Dewi tiba-tiba.Pandangan matanya kini memelas dan penuh ketakutan.Aku menganggukan kepala.“Jangan bilang siapa-siapa, jangan bilang mamah.Please !”, kak Dewi mengguncang bahuku.“Tenang…pokoknya aman !”,Kak Dewi nampak gelisah. Kemaluanku menempel pada kemaluan wanita. Aku termenung beberapa saat.Aku ambil gelas kopi, satu tetes, kering. Sehingga aku tak begitu menghiraukan ketika ada suara-suara didepan rumah. Lalu aku mulai menggesek-kesekanya. Kukunci pintu kamar, mematikan lampu, dengan perasaan campur aduk.Beberapa saat kemudian kudengar langkah kaki kak Dewi di tangga menuju kearah kamarku. Sesekali aku menimpali meskipun mungkin enggak nyambung.




















