Namun karena malu, aku tak berkata apa-apa ketika Pak Toyo meninggalkan kamarku. Bokep SMA “Berteriaklah agar kita semua malu!”Aku jadi ketakutan dan tak berani berteriak. Sebenarnya aku sudah curiga, sebab Pak Toyo (aku memanggil-nya “Pak” karena teman ayahku) yang rumahnya jauh sering datang minum jamu dan ngobrol dengan ibuku. Pak Toyo menekan tubuhku dengan tubuhnya yang besar dan berat. Ibu sudah dijemput Pak Toyo pulang ke rumahnya sehingga aku tak perlu bertemu dengan lelaki bejat itu. Ayahku sendiri dari suku Ambon tetapi kelahiran Banyumas. “Tidak apa-apa kok Bu, Pak Toyo kan orang baik, duda lagi. Aku memang sengaja diam dan tidak membicarakan peristiwa itu kepada ibuku, aku tidak ingin melukai perasaannya. Yang jelas, malam itu aku terpaksa melayani nafsu suami ibuku yang menggebu-gebu.Dengan ganas




















