Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Dan setiba di kamar, aku memeluk Tomo sambil mengucapkan terima kasih.“Terima kasih Tomo..aku sayang sekali sama Tomo..”Tomo pun membalas pelukanku sejenak dan kemudian melepasnya, dan dia memegang kedua lenganku sambil memandangku dengan serius. Bokep India Kenapa? Apa kau kenal dengan anak ini?”, tanyanya.“Tidak”, Tomo masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa.“Sempurna” katanya dingin.“Seperti boneka..”Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.Sehari setelah kunjungan itu, Tomo bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku.“Halo.. Setiap kali tubuh Tomo menghentak, aku menjerit sekeras-kerasnya. Aku senang sekali, karena Tomo telah mempersiapkan sebuah pesta ulang tahun untukku di sebuah hotel bintang 5. Tanpa sadar pipiku bersemu merah.Setelah pesta usai,




















