Sesekali aku ingin juga membaca novel lainnya, tapi Kak Tina tak
pernah mengijinkan aku menyentuh apa lagi membaca novel-novel itu. Saat menyimpan sepatu di samping kamar,
aku mendengar suara perempuan mengerang, mendesah-desah, yang keluar
dari dalam kamarku. Bokep Cina Dia tak melarang. Aku baru
ingat, kalau Bu Rochim ada acara di Dinas Pertanian. Aku ngompol? Banyak sekali, mengotori celanaku. Dengan ragu-ragu, kuletakkan pula kedua tanganku di
pahanya. “Benar. Entah ide dari mana, pelan-pelan tanganku
menyentuh dadanya. Inilah pertama kali aku
menyentuh dada seorang gadis, sepanjang umurku. Kak Tina menatapku. Sampai satu hari
kudapati Kak Tina muntah-muntah di kamar mandi. Walaupun masih terhalang oleh pakaiannya. “Kau sudah pulang, Sapto?”. Kak
Tinapun kurasakan menggosokkan tubuhnya ke tubuhku, saat halamannya
sudah sampai ke bagian seru.




















