Tak lama, Tomo sudah habis melucuti pakaian wanita itu. Aku pun menunggunya untuk pulang sambil bermain Play Station di kamarku. Bokep Brazzers Jantungku terasa berhenti mengingat kejadian itu.“Tomo marah..”, pikirku.Aku pun merasa ketakutan. Kenapa katamu?! Aku memekik dan mulai menangis.“Eriik!! Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Tomo. Permainan berakhir.Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Tomo dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata. Kenapa katamu?! Kalau kamu capek, besok bolos saja.”Tomo pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. Yang paling menyedihkan adalah, aku sama sekali tidak pernah dikenalkan ataupun berjumpa dengan kerabat ayah maupun ibu.Aku tidak pernah bertanya.




















