Nyeri, tapi sungguh nikmat. Ia terus bangkit berdiri. Bokep India Terpancar. Setelah itu mulai mempersiapkan dapur, memasak nasi, air panas… Aku mempersiapkan sarapan pagi. “Duduk di atas meja.” Meja itu dari kayu mahoni, besar dan kuat.Jadi tanpa ragu aku membereskan apa yg ada, kecuali secangkir kopi dan semangkuk telur setengah matang itu. Mata ke televisi tapi pikiran dan badan masih terasa melayg, belum mendarat setelah tadi terbang berkali- kali.“Sayang…”
“Ya tuan?”
“Lho, kok tuan?”
“Yaaa… kan saya pembantu…”
“Tapi aku cinta padamu!” Aku menunduk.Aku juga cinta pada tuanku… Tapi aku duduk di tempat berbeda.“Saya masih tetap hanya pembantu.”
“Aku tdk peduli! Aku ingin memasukkannya kembali. Aku masih bersimpuh di lantai. Apapun juga, asalkan Tuanku suka.




















