Dipegangnya kedua belah telapak tangan bi Nurasih masuk dalam dekapannya. Ada jawaban dari ‘seberang sana’…“Bagaimana… nak, beres kan…?”, kata Mertowan santai pada Dartowan, anaknya itu.“Terima kasih ayah… just perfect…!”, jawab Dartowan gembira penuh semangat.“Bukan kata-kata itu yang ingin ayah dengar… nak!”, jawab Metrowan datar.“Begini… yah, aku minta ijin ‘menahan’ bi Nurasih sampai hari Minggu, aku akan mengantarkan sendiri kerumah ayah.“Tidak perlu, biar ‘orang-orang’ ayah yang menjemput, dulu mereka yang mengantar”, kata Mertowan tandas. Bokep Dan… sampaikan ‘salam kakek’ untuk cucu ayah yang cantik, Desrita… tapi jangan ganggu dia malam ini karena dia pasti sedang mempersiapkan diri untuk ulangan umum kenaikan kelasnya”.“Ayah kok tahu saja ya…?”, kata Dartowan heran.“Dia cucu ayah, ingat itu… bukan cucu orang lain” sambungan telepon itu sudah diputus Mertowan.“Jadi… Darto…”,










