Ternyata, baru kusadari bahwa inilah awal kekeliruanku.Seminggu kemudian aku diundang lagi, kali ini oleh Teddi, untuk makan siang dan berkaraoke lagi. Bokep Family Wajah kita pun berhadap-hadapan dekat sekali Sambil terus beraktivitas, Eko tersenyum padaku.“Katarina…, kamu hebat sekali katanya.”Aku pun tersenyum malu.“Oh, Eko…” bisikku. Walaupun ber-AC, Tetapi udara ketika itu tetap terasa panas. Berarti empat jam telah kita berada di dalamnya karena kita masuk pada pukul satu siang. Walaupun kasir perempuan itu tidak tahu apa yg terjadi di dalam tapi wajahku tetap terasa memerah. tubuhku bergetar menggeliat.Bayangkan buah dadaku dihisap pentilnya oleh Eko dan Teddi seperti dua bayi besar. Ketika di lantai dansa itulah, lama-kelamaan mereka berani merapatkan dadanya ke tubuhku dan menekan serta menggesek-gesek buah dadaku.Anehnya, aku hanya terdiam dan mencoba menikmati apa




















