Andi terdiam dan memandangi Lira sesaat.“Geblek, lupa ditutup….”Andi langsung bangkit dan memeriksa keadaan di luar dari jendela, apakah ada mata-mata tersembunyi yang menyaksikan perbuatan mereka.“Kunci Ndi…, sekalian korden…”Sebut Lira dengan suara parau dan lemah.Lira langsung menggamit lengan Andi dan memeluk laki-laki itu dan menempelkan keningnya ke dada bidang penuh bulu itu. Bokep Ia paham arti senyum balasan Andi. Lira merebahkan kepalanya di pundak Andi. Tapi, ia berusaha mengendalikan diri. Tidak ada lagi keindahan persahabatan dan keagungan sebuah kedekatan yang tidak dilandasi nafsu, murni sebuah kasih sayang dua manusia yang saling membutuhkan.Tapi dulu tindakannya tepat. Ia mulai dengan meraba permukaannya halus dan meremasnya pelan.




















