Terganggu wanita muda yang di ruang sebelah yang kadang-kadang tanpa tujuan jelas bolak-balik ke ruang pijat.Dari jarak yang begitu dekat ini, aku jelas melihat wajahnya. Bokep Cina Aku mengikutinya. Ciut. Dadaku berguncang. Aku menurut saja. Kadang-kadang ketimun. Pokoknya turun.“Kiri Bang..!”Aku lalu menuju salon. Ya nggak apa-apa,” katanya menjawab telepon. Bau tubuhnya tercium. Aku terpejam menahan air mani yang sudah di ujung. Dari atas: Turun. Ke bawah: Tidak. Tidak apalah hari ini tidak ketemu. Aku masih ingat sepatunya tadi di angkot. Hangatnya, biar begitu, tetap terasa. Ia tersenyum ramah. Tidak akan hadir kesempatan ketiga. Jam berapa harus sampai di Ciledug, jam berapa harus naik angkot yang penuh gelora itu. Tapi ia dingin sekali. Aku masih penasaran, ia seperti tanpa ekspresi. Apa katanya nanti?




















