Ucap isteriku kalem.“Iya. Bokeb Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Kuperhatikan ada inisial huruf M tertulis di sandal jepit itu. Sampai-sampai kemana-mana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud (**) dan ‘iffah (***) sepertimu? Air mataku jatuh tanpa terasa. Jangankan untuk kerja, jalan saja susah. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. Namun apa yang terjadi? Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. “Lho, kok bilang gitu…?” selaku. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya.




















