emangnya kenapa Mbak?”, tanyaku “Sudah jam berapa ini? Bokep Ojol “Mana bisa aku menolak dibawah ancaman cubitannya Mbak”, jawabku bergurau. Pasti yang tertarik adalah golongan hantu-hantu, hehehe..”, gurauku merubah raut muka sedihnya menjadi kemarahan. Kuputuskan untuk bangun dan duduk termenung di kursi didalam kamar penginapan. Bagian-bagian yang telah terpilah-pilah itu kubaca lagi dengan lebih teliti dan menguraikan isinya didalam otakku sehingga terbentuklah sebuah bahan informasi yang berhubung-hubungan satu sama lainnya. Tiba-tiba aku merasakan sebuah rasa kesepian menyelinap masuk dalam hatiku padahal sejak lama aku terbiasa bepergian jauh seorang diri bahkan dengan jangka waktu yang lebih lama dari ini, tapi kali ini. “Nggak apa-apa Mbak, cuma mikir kerjaan besok”, jawabku santai.




















