Dia berlalu ke ruangan sebelah setelah membereskan cream. Bokep Montok ” kata wanita setengah baya itu. Bibirku melumat bibirnya. “ Mbak Fera.., ” gumamku dalam hati. Aku menyesal mengutuk ibu ketika pergi. Ah mengapa begitu cepat. Kali ini dengan telapak tangan. Ah. Jam berapa harus sampai di Ciledug, jam berapa harus naik angkot yang penuh gelora itu. Inilah kesempatan itu. Aku mengambil pakaianku. ”
Dia menyerahkan nomor telepon di atas kertas putih yang disobek sekenanya. Angkot bergerak pelan, aku masih melihat ke arahnya, untuk memastikan ke mana arah wanita itu. Tapi belum tersentuh kepala kejantanankuku. Di mana? Bagiku itu sudah jauh lebih nikmat daripada bercerita. Sopir menepikan kendaraan persis di depan sebuah salon. ” katanya sedekit terengah. Kali ini lebih bertenaga dan aku memang benar-benar










