Perawan Asia Yang Menggoda

nanti ngebanguninnya susah”, katanya polos.Di kala otakku sudah kesetanan, tiba-tiba…“Jangan berisik atau pisau ini akan merobek lehermu”, ancamku seraya menempelkan pisau lipat yang biasa kubawa. Bokep Cina jangann…” rintihnya ketika pisau tadi melukai dada putihnya. Aku pernah berbagi kisah dengan teman-teman pembaca semua, dan aku akan melakukan hal yang sama sekarang untuk yang kedua kalinya. Kami tergeletak berdampingan, tanpa pakaian.“ton… kamu berhutang padaku, suatu saat aku pasti menagihnya.”“Hutang apa?” tanyaku.Dia tidak menjawab. Jika ada yang ingin kamu utarakan, lakukanlah sekarang sebelum aku pergi.”Dia hanya diam membisu. Kuusap darah yang ada di sekitar kemaluannya dengan lembut. “Ahhh… ahh…” Air maniku memancar keras membasahi dada dan sebagian wajahnya. Aku hanya bisa tersenyum kalau mengingat masa itu.

Perawan Asia Yang Menggoda