Siapa coba?”
Kudengar tawa Jay beriring tawaku sendiri. Bokep STW Sempit, hangat. Menemuiku dan meminta maaf?”
Kutatap mata Jay, mencoba menyelami perasaannya, sama seperti dulu. Si pemburu gadis-gadis perawan. “Ray, Aku masih perawan.”
Ah! “Chie..” desahku. Mengembangkan otakku untuk memperawani mereka. Itu menyakitkan.Jay menunggu di ruang tamu. Membuatku salah tingkah dengan kegelianku sendiri. Tertawa kecil. ah…?”
Chie merasakan kebingunganku. Apalagi di saat-saat seperti ini. “Ray…”
“Hmm…”
“Kamu pikir akan ada yang mau menikahiku kelak?”
Ah, Chie. “Ray!” Sebuah suara lirih berbisik di telingaku. “Ray…”
“Ya?”
“Kukira aku sudah tidak perawan lagi…”Surabaya, Keesokan HarinyaKucengkeram kerah baju Jay dalam genggamanku, dan mengangkat kepalanya mendekatiku,
“Maksudmu apa?” desisku berang.




















