Pikiran-pikiran seperti itu berkecamuk dibenak kotorku. Pikiran-pikiran seperti itu berkecamuk dibenak kotorku. Bokeb Ups! Sejenak dia bengong dan tiba-tiba tangannya mengelus-elus lehernya, lama. Smataku sedikit melongok sekeliling takut ketahuan pembantu. Dan perlahan mulai kuenjot lagi. Aku harus melayani nenek Elsa dan juga bermain cinta dengan Tante Wine.Semua pengalaman itu nyata kualami. “Sama-sama ya Ndy, aku mau lagi nih, ayo, yok keluarin, yok, ahh”.Dibalik erangannya, akupun melolong seperti megap-megap. Satu-satunya yang bisa meyakinkan kalau Tante Wine orang desa adalah logat bahasanya yang bener-bener medok.Akupun langsung akrab dengan Tante Wine karena orangnya lucu dan suka humor. Tanpa hitungan ketiga aku langsung loncat dan berlari memutar kedalam rumah dan sekejab aku sudah stand by di depan pintu kamar mandi.




















