Jam telah menunjukkan pukul 21:00 dan aku mesti cepat pulang ke rumah, karena tadi aku tidak sempat membuat alasan untuk pulang terlambat. Video bokep Eksanti merintih dan mengeluarkan erangan-erangan kenikmatan. Jari tengahku mempermainkan klitorisnya yang mengeras terkena siraman air. Semakin lama aku melihatnya semakin aku berfantasi macam-macam. Aku membalikkan tubuh Eksanti, sehingga kini ia membelakangiku. Hingga pukul 5 sore, seperti waktu yang telah kami sepakati kemarin, aku sedang menanti-nanti telepon dari Eksanti. Aku tahu dia marah, tetapi apa sebabnya..? Lagian kalaupun bisa, aku sebenarnya nggak ingin bermimpi tentang kamu, Santi”, jawabku pura-pura memelas. Aku malah sempat menekan tubuh Eksanti hingga punggungnya bersandar di dinding.




















